Rabu, 01 April 2015

Hati

Dimana hati?
Saat semua terasa mati
Kemana hati?
Saat semua perlahan pergi
Apa itu hati?
Abstrak, gila dan biru

Segalanya menguap begitu saja
Saat hati tak lagi bisa tersentuh
Dan perlahan mati
Terkubur saat tak lagi bersua
Seperti acuh seakan tanpa telinga
Buta seolah tak mengenal mata
Pilu

Kemana hati?
Terasa lelah terus mengayuh
Mulai berkelana walaupun terikat
Terikat kuat mematahkan belati

Kemana hati?
Yang telah sampai pada tempat berlabuh
Bukan. Bukan begini seharusnya
Haruskah salahkan angin yang mengacaukan arah?
Atau ombak yang terus menerpa hingga terpental
Masih disini. Masih terikat
Namun menjauh seakan jenuh

Dimanakah ini?
Mengapa lebih indah?
Mengapa sungguh rupawan?
Menyambut hati yang kabur dan tersesat
Menyalakan api, memberikan kehangatan
Menikmati setiap sentuhan jemari

Kuingin kembali
Namun dia bagaikan putaran angin,
Yang menggulumg ombak
Aku tergelincir ditengahnya
Jatuh
Tersungkur
Ingin tenggelam untuk mengikuti ombak sedia kala
Apa daya angin ini terlalu kuat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar